KESEPAKATAN AKSI ALPHA

Ayo Ikut Berpartisipasi Dalam ALPHA!

SOSIALISASI HERO

HIV AIDS, End Right Now!

TEMU RIANG ANGGOTA FAD BULELENG

Temu Riang Anggota FAD Buleleng Kedua yang dihadiri oleh badan pengawas, anggota aktif FAD Buleleng, dan anak-anak kurang mampu di wilayah Panji.

PEMILIHAN DUTA ANAK DAN SIDANG ANAK KAB. BULELENG 2018

Lima Duta Anak Kab. Buleleng 2018.

LITERASI ALPHA

Awareness Let People Help Autism

Tampilkan postingan dengan label Mental. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mental. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 November 2021

SELF HEALING DENGAN BUTTERFLY HUG

    Sebagai manusia yang dilengkapi akal dan pikiran tentunya lumrah bagi kita untuk merasakan banyak emosi positif dan emosi negatif seperti bahagia, senang, gembira, marah sedih, cemas dan lain lain. Namun terkadang kita cendurung tidak bisa mengendalikan emosi negatif ketimbang emosi positif yang sedang kita rasakan. Akhirnya, kita menjadi cemas berlebihan, depresi, overthinking, dan mengalami gangguan mental lainnya. bagi kalian yang sering atau saat ini sedang merasakan emosi negatif yang susah kalian kontrol, kalian bisa menerapkan metode butterfly hug, nih teman teman.


 

    Metode butterfly hug atau pelukan kupu kupu adalah bentuk stimulasi mandiri untuk meredam rasa cemas atau emosi negatif sehingga membuat diri menjadi lebih tenang. Metode ini dikembangakan oleh Lucina Artigas dan Ignacio Jarero ketika menolong para korban yang selamat dari badai besar di acapulco, meksiko pada tahun 1998. Berikut merupakan beberapa manfaat butterfly hug, 

1. Digunakan para terapis, psikolog dan dokter untuk mengatasi kecemasan pada pasiennya. 

Butterfly hug terbukti mengatasi kecemasan penderita PTSD atau pengidap stres pasca trauma. Pelukan ini juga terbukti membantu anak-anak dalam meredam kecemasan atau ketakutannya," ujar dosen UNISA Yogyakarta ini kepada Kompas.com, Kamis (26/08/2021) petang.

2. Menyalurkan emosi negatif. 

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, manfaat pelukan kupu-kupu sebenarnya tidak hanya bisa dijadikan sebagai cara mengatasi kecemasan, Pelukan kupu-kupu juga bermanfaat untuk menyalurkan apa yang selama ini seseorang pendam, misalnya rasa kehilangan.
“Saya memiliki klien yang kerap menahan rasa sedih dan tangisnya saat ditinggal oleh orang terkasih. Saat melakukan metode butterfly hug ini, perasaan yang dipendam akhirnya bisa keluar lepas. Mereka benar-benar menangis dan lega. Pelukan kupu-kupu memang ampuh untuk menurunkan tingkat stres,” jelas Ikhsan.

3. Meningkatkan rasa percaya diri seseorang. 

Selain bisa meredam kecemasan, teknik ini juga bisa digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan rasa berharga akan diri sendiri. Sehingga seseorang akan bangkit dari rasa lemah dan rasa tidak berdaya. 

4. Mengurangi rasa sakit. 

Menurut sebuah penelitian di tahun 2011, memeluk diri sendiri dapat membantu mengurangi rasa sakit. Dalam penelitian tersebut, peneliti menggunakan laser untuk menghasilkan nyeri layaknya tusukan jarum pada 20 peserta. Ketika para peserta menyilangkan tangan seperti sedang memeluk diri sendiri, rasa sakit yang mereka alami berkurang. Sementara itu, penelitian lain pada tahun 2015 menyebut bahwa sentuhan yang menenangkan, seperti halnya pelukan, melepaskan hormon otoksin. Hormon ini membantu untuk meredakan rasa sakit karena berperan sebagai pereda nyeri.

5. Memperbaiki suasana hati.

Saat menjalani hari yang penuh masalah dan melelahkan, suasana hati tentunya akan menjadi kacau. Memeluk diri sendiri dapat membantu memperbaiki mood saat Anda tidak bisa bertemu dengan orang tersayang untuk melepaskan ketegangan yang mengganggu di pikiran. Metode memeluk diri sendiri seperti butterfly hug membantu menurunkan kadar hormon kortisol pemicu stres dalam tubuh. Meski tidak dapat membantu menyelesaikan masalah atau memberi kenyamanan saat mendapat pelukan dari orang tersayang, cara ini bisa mengurangi stres.

    Nah itu dia beberapa manfaat butterfly hug. sangat membantu dalam proses healing untuk mental juga tubuh kita bukan? Nah, sekarang mimin mau memaparkan cara melakukan butterfly hug,

  • Carilah tempat dan posisi yang nyaman.
  • Silangkan kedua tangan di depan dada. Letakkan ujung jari masing-masing tangan berada di bawah tulang selangka atau di lengan atas. Posisikan tangan senyamanmu saja, ya.
  • Tutup kedua matamu sembari mengatur napas. Jangan lupa untuk memfokuskan pikiran selama melakukan butterfly hug.
  • Lakukan gerakan menepuk-nepuk tangan secara perlahan hingga kedua telapak tanganmu terlihat seperti sayap kupu-kupu yang mengepak. Kamu bisa melakukan gerakan ini selama 30 detik atau lebih sampai kamu merasa tenang.
  • Sembari menepuk-nepuk, bernapaslah menggunakan perutmu dan rasakan semua hal yang terjadi di sekitarmu, termasuk apa yang kamu rasakan secara fisik dan emosional.
  • Bayangkan segala perasaan dan emosi yang kamu rasakan melewati dirimu dalam bentuk awan. Sadarilah bahwa mereka memang ada dan kamu tidak perlu mengubahnya.
  • Berhentilah ketika perasaan kamu sudah cukup baik dan tubuh menjadi lebih rileks

    Cara melakukannya gampang banget kan? Jadi saat kalian sedang merasa cemas, takut, sedih, gelisah atau merasakan emosi negatif lainnya. kalian bisa menerapkan metode butterfly hug agar merasa lebih tenang.

    Sekian pembahasan mengenai healing dengan metode butterfly hug pada artikel kali ini. Tetap patuhi protokol kesehatan ya teman teman, jangan lengah karena covid-19 masih terus mengintai kita! Semangat, dan sampai jumpa lagi 😊

Rabu, 29 September 2021

Mental: Stop Positif Dan Memendam Emosi

            Pesan motivasi merupakan suatu hal yang sangat penting bagi semua orang, terutama yang sedang dalam titik terendah mereka. Kata-kata Motivasi selalu berisi tentang pesan positif yang diharapkan mampu memotivasi banyak orang tentunya. Tentunya pesan positif diharapkan mampu melawan atau menghilangkan emosi negatif yang ada pada setiap orang. 

 (Sumber: osc.medcom.id )

          Toxic Positivity merupakan suatu kondisi dimana seseorang menuntut dirinya sendiri atau orang lain untuk berpikir positif dan juga bersikap positif sepanjang waktu dengan tujuan menolak emosi negatif. Orang yang mengalami Toxic Positivity akan merasa bahwa berpikir atau bersikap positif dapat membantu dalam menyelesaikan setiap masalah.

Saat seseorang yang sedang tertekan atau berduka memaksakan diri untuk tetap positif atau senang, bahkan mungkin mencoba pura-pura positif sampai hal itu sungguh-sungguh terjadi, kecenderungan yang terjadi adalah seseorang menyalahkan diri sendiri karena tidak sesuai ekspektasinya yang bersumber dari ekspektasi masyarakat. Penyalahan diri ini bersisian dengan rasa kecewa akibat harapan tak tercapai yang ujungnya menjadi tambahan perasaan negatif dalam diri seseorang.

          Emosi sendiri merupakan suatu reaksi atau perasaan dari diri sendiri terhadap sesuatu atau kejadian. Saat kita tidak menyukai sikapnya, maka kita akan otomatis marah ke mereka, jika kita merasa kecewa kepada pasangan, maka emosi yang timbul adalah rasa kecewa dan sedih. Namun bagaimana jika kita menahan emosi yang alami tersebut dengan sebuah emosi positif? Jika itu terus di pendam,terus berpikir positif, emosi marah, sedih, kecewa semua dipendam dan digantikan dengan emosi atau pikiran positif, tentunya itu akan menyebabkan penyakit yang lebih berbahaya. Dikutip dari alodokter.com, memendam emosi dapat mengakibatkan melemahnya imun hingga resiko tinggi terkena stroke dan serangan jantung

          Hidup ini tidak selalu positf, semua orang memiliki pengalaman buruk, menghadapi banyak kejadian yang menimbulkan luka, menimbulkan bekas yang bahkan tidak bisa hilang. Namun, seperti itulah emosi itu dibuat. Perasaan sedih, kecewa, atau marah dibuat oleh Yang Maha Kuasa agar batin kita merasa puas, sehingga kita dapat dengan tenang menerima yang akhirnya kita dapat berdamai dengan diri sendiri.

          Namun, itu tidak semerta-merta membuat kita tidak boleh berpikir positif. Kadang disaat kita sudah mampu untuk berdamai terhadap suatu kejadian, maka lihatlah dan bulatkan tekad lalu berpikir positf, dan optimis, bahwa kedepannya kita tidak akan masuk ke lubang yang sama. Namun kadang, ada beberapa suatu emosi yang terlalu besar yang perlu metode khusus untuk melawannya. Metodenya dapat berupa pergi ke Psikiater, Bimbingan Konseling, maupun teknik Self-Healing.

          Salah satu tips yang saya tahu tentang berdamai adalah mengakui emosi yang sedang kita alami. Kadang banyak orang yang tidak mau mengakui bahwa mereka sedang kecewa atau sedih, mereka menanamkan pikiran bahwa mereka sedang baik-baik saja. Padahal batin kita sendiri sedang meronta terhadap emosi yang dipendam atau  tidak diakui tersebut.