KESEPAKATAN AKSI ALPHA

Ayo Ikut Berpartisipasi Dalam ALPHA!

SOSIALISASI HERO

HIV AIDS, End Right Now!

TEMU RIANG ANGGOTA FAD BULELENG

Temu Riang Anggota FAD Buleleng Kedua yang dihadiri oleh badan pengawas, anggota aktif FAD Buleleng, dan anak-anak kurang mampu di wilayah Panji.

PEMILIHAN DUTA ANAK DAN SIDANG ANAK KAB. BULELENG 2018

Lima Duta Anak Kab. Buleleng 2018.

LITERASI ALPHA

Awareness Let People Help Autism

Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL FAD BULELENG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL FAD BULELENG. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Juni 2025

Menggali Akar Permasalahan Literasi dan Upaya Meningkatkannya Sejak Usia Dini

Menggali Akar Permasalahan Literasi dan Upaya Meningkatkannya Sejak Usia Dini

Sholeh et al (2021) berpendapat bahwa literasi merupakan suatu kemampuan terhadap keaksaraan seperti menulis, membaca, berbicara, maupun memahami maksud dan isi bacaan atau perkataan yang berkaitan dengan keterampilan kognitif seseorang. Literasi membaca membantu siswa dalam memahami dan menemukan strategi yang efektif untuk kemampuan membaca, termasuk di dalamnya kemampuan memahami makna dari sebuah bacaan (Kharizmi, 2015).

Namun kenyataanya, anak indonesia masih rendah dalam kemampuan literasi membaca. Pada tahun 2007 berdasarkan hasil penilaian OEDC menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke 48 dari 56 negara yang artinya posisi Indonesia sangat memprihatinkan jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Kondisi ini menempatkan Indonesia pada peringkat ke 57 dari 65 negara yang dinilai oleh OEDC pada tahun 2010. Tahun 2012 dan 2015 hasil masih sama yaitu peserta didik Indonesia masih memiliki kemampuan membaca yang rendah (Abidin, 2018). Rendahnya minat membaca tentu sangat berdampak pada rendahnya kemampuan literasi membaca. Peserta didik membaca namun belum bisa menangkap maupun memahami makna dari apa yang telah dibacanya.

Faktor Penghambat Kemampuan Literasi Membaca

1. Pengaruh TV dan gadget

Dari hasil wawancara dan observasi, diketahui Anak-anak yang kecanduan TV dan gadget lebih memilih menghabiskan waktu dengan menonton TV atau gadget daripada membaca buku. Gadget dapat membuat anak lebih bersikap individualis karena lama kelamaan menyebabkan lupa berkomunikasi dan berinteraksi terhadap lingkungan di sekitarnya (Simamora, 2016). TV dan gadget merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi pada era sekarang ini, gadget memberikan akses ke berbagai jenis konten digital yang tidak mendukung literasi, seperti video game, media sosial, atau video tanpa nilai edukatif, dapat menghambat perkembangan keterampilan membaca dan pemahaman anak.

2. Motivasi dan minat baca rendah

Ketika seseorang memiliki minat dan motivasi rendah terhadap membaca, mereka cenderung menghabiskan waktu dan energi mereka untuk aktivitas lain yang dianggap lebih menarik (Muktiono, 2003). Ini dapat mengakibatkan kurangnya dedikasi dan komitmen untuk membaca secara teratur, yang pada gilirannya menghambat perkembangan keterampilan literasi membaca. Minat dan motivasi yang rendah dapat menghasilkan pembacaan yang dangkal dan kurang fokus.

3. Kurangnya Perhatian Orang Tua

Kurangnya perhatian orangtua merupakan salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi kemampuan literasi membaca anak, hal tersebut membuat peserta didik kesulitan dalam menumbuhkan kemampuan belajar membaca sehingga kesulitan dalam memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru dan hasil belajar yang diperoleh menjadi rendah.

Upaya dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Membaca

· Membiasakan membaca sejak dini.
Orang tua atau guru membacakan cerita kepada anak sejak kecil untuk menumbuhkan kecintaan pada membaca dan mengembangkan kemampuan bahasa.

 

· Memberikan pendampingan dan motivasi secara konsisten.
Guru dan orang tua memberikan bimbingan saat membaca dan selalu memberikan dorongan positif agar pembaca merasa dihargai dan termotivasi untuk terus belajar.
 

· Menciptakan lingkungan membaca yang mendukung.
Menyediakan akses mudah ke berbagai jenis buku dan membuat tempat membaca yang nyaman agar pembaca merasa senang dan betah saat membaca.

· Memilih bahan bacaan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan.
Memberikan buku atau materi yang relevan dengan minat dan pengalaman pembaca sehingga mereka lebih termotivasi dan mudah memahami isi bacaan.


 

                  Buka buku, buka dunia! 

Senin, 12 Mei 2025

Persetubuhan Anak, Luka Bangsa yang Harus Dihentikan.


Persetubuhan anak adalah kejahatan serius yang merampas masa depan generasi muda. Tindakan ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga meningkatkan luka psikologis mendalam yang sulit disembuhkan. Sayangnya, kasus ini terus terjadi dan bahkan banyak yang tak terungkap. Persetubuhan anak terjadi ketika orang dewasa bahkan terkadang remaja yang lebih tua melakukan hubungan seksual dengan anak di bawah umur, baik secara paksa maupun melalui bujuk rayu. Dalam hukum Indonesia, hal ini dikategorikan sebagai kekerasan seksual, meskipun tanpa kekerasan fisik, karena anak belum dianggap mampu memberikan persetujuan secara sadar. Korban kerap mengalami trauma mendalam, mereka bisa kehilangan rasa aman, merasa kotor atau bahkan menyalahkan diri sendiri. Dalam jangka panjang, ini berdampak pada kesehatan mental, pendidikan dan kehidupan sosial mereka.

Faktor Penyebab:

Minimnya pendidikan seks sejak dini. Anak tidak dibekali pemahaman tentang batasan tubuh                  dan perlindungan diri.

- Lingkungan keluarga yang tidak harmonis. Anak kurang mendapat pengawasan dan kasih                       sayang dari orang tua dan keluarga mereka.

Penyalahgunaan kekuasaan atau kepercayaan, pelaku sering kali berasal dari orang terdekat.

- Pengaruh media sosial dan konten pornografi. Akses bebas tanpa kontrol dapat memicu                             perilaku menyimpang.

- Kemiskinan dan eksploitasi anak. Anak-anak rentan dimanfaatkan demi uang atau tekanan                       ekonomi. 

Pencegahan terjadinya persetubuhan anak:

- Berikan pendidikan seks sesuai usia, agar anak mengenal batas aman tubuhnya.

- Ciptakan komunikasi terbuka dalam keluarga, agar anak berani bicara jika merasa tidak aman.

- Awasi penggunaan gadget dan internet, serta beri edukasi tentang bahaya media digital.

- Bangun lingkungan sosial yang peduli dan responsive terhadap tanda-tanda kekerasan.

Upaya penanggulangan:

- Penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku, tanpa pandang bulu.

- Pemulihan psikologi korban melalui layanan konseling, agar mereka bisa pulih dan bangkit.

- Pelibatan lembaga pendidikan dan keagamaan untuk memberikan edukasi dan penguatan nilai moral.

- Pemberdayaan masyarakat dan keluarga dalam melindungi serta mengawasi anak secara aktif.

Persetubuhan anak bukan hanya masalah individu, tapi alarm bagi seluruh bangsa. Mari bersatu, bukan hanya untuk menghukum pelaku, tapi juga menyembuhkan korban dan mencegah tragedi serupa terjadi lagi.

 

Jangan diam saat melihat ketidakadilan, Laporkan, Tindak, Selamatkan.

Rumah Sakit Jiwa Aceh | Berita Pencegahan Pelecehan Seksual Pada Anak

Sabtu, 17 Agustus 2024

Bunuh Diri Bukan Solusi!

 

Bunuh Diri Bukan Solusi!


Nah temen-temen, tau ngga sih kalau tahun ini Buleleng sedang marak kasus-kasus terkait bunuh diri??. Kasus ini tak jarang terjadi pada kalangan anak-anak. Setiap orang yang berkeinginan untuk bunuh diri seringkali disebabkan oleh kondisi psikologi yang buruk seperti sedang mengalami depresi atau overthinking. Mereka pada umumnya tidak benar-benar ingin mati, tetapi mereka hanya tidak ingin hidup dengan luka dan merasakan rasa sakit. Oleh karena itu, banyak sekali kasus kasus Bunuh Diri yang ada di Buleleng, diantaranya yaitu pada bulan Mei 2024 kakak beradik yatim piatu di Kabupaten Kubutambahan ditemukan tewas bunuh diri di Jembatan Tukad Bangkung, Badung  akibat hidup miskin.

 

Sebelum kita dapat mencegah seseorang melalukan bunuh diri, kita harus tau tanda-tanda orang yang cenderung ingin bunuh diri, berikut adalah tanda-tanda yang patut diwaspadai dan dicurigai:

  1.  Menyalahkan diri sendiri atas suatu peristiwa yang telah terjadi, atau percaya bahwa dirinya menjadi beban untuk orang lain 
  2. Perasaan benci, kesal, dongkol atau muak yang amat sangat terhadap diri sendiri 
  3. Menarik diri dari teman-teman, keluarga, atau lingkungan sekitar, termasuk mengurung diri di dalam rumah atau di dalam kamar 
  4. Berkurangnya nafsu makan secara drastis dan berkurangnya berat badan tanpa disebabkan oleh faktor-faktor lain seperti diet atau sakit 
  5. Kehilangan minat pada hal-hal yang biasanya disenangi

Jadi, kalau kerabat dekat kalian mengalami perubahan prilaku secara drastis, suasana hati, dan penampilan, maka kalian harus curiga yaa, jangan sampai kerabat kalian malah mencari solusi 

Oh iya, ketika kalian merasa ada kerabat yang menunjukkan tanda-tanda ingin bunuh diri. Kita harus mengetahui langkah yang bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan bunuh diri. Adapun langkah-langkahnya yaitu:

  1. Mengajak diskusi dan menjadi pendengar yang baik 
  2. Ajak untuk menemui psikolog atau psikiater 
  3. Mengidentifikasi Akar Masalah dan mencari solusi yang lebih baik 
  4. Ajak untuk menerapkan Self-Reflection dan Introspeksi 
  5. Hindari ikut campur terhadap masalah, alias tidak menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi.

2.    


Ingat ya teman-teman, Bunuh Diri Bukanlah Solusi untuk menghilangkan luka di hati, masih banyak upaya positif yang bisa diterapkan untuk memperbaiki. Jangan sampai dan jangan pernah teman-teman memilih bahkan berfikir ingin bunuh diri, karena hal ini akan mempengaruhi sosial dan emosional pada keluarga juga masyarakat, contohnya perilaku bunuh diri memberikan trauma pada orang terdekat atau sekitarnya. Orang yang ditinggalkan akan cenderung terganggu psikisnya, sehingga mencari sebuah pembenaran atas bunuh diri tersebut dan memicu untuk melakukan hal yang serupa, selain itu Keluarga dan teman-teman yang ditinggalkan oleh korban bunuh diri seringkali mengalami perasaan kehilangan, kesedihan, dan trauma.

Sekali lagi, ingat! Bunuh Diri Bukanlah Solusi!

~Kamu Selalu punya kuasa untuk mengatakan: Ini bukanlah akhir ceritaku~

 

 

Referensi:

Klikdokter. (n.d.). Cara Tepat Menghadapi Orang yang Mencoba Bunuh Diri. Diakses pada 14 Agustus 2024, dari https://www.klikdokter.com/psikologi/kesehatan-mental/cara-tepat-menghadapi-orang-yang-mencoba-bunuh-diri?srsltid=AfmBOorjopVN4nCc5AyCkQn7ZOjWYjBpxdfoaME-RjOafeG5GbvIHpvf

Alodokter. (n.d.). Pertolongan Pertama Mencegah Bunuh Diri. Diakses pada 15 Agustus 2024, dari https://www.alodokter.com/pertolongan-pertama-mencegah-bunuh-diri

CPMH Psikologi UGM. (2021). Panduan Pertolongan Pertama Pencegahan Bunuh Diri (Versi 1). Diakses pada 15 Agustus 2024, dari https://cpmh.psikologi.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/638/2021/11/Panduan-Pertolongan-Pertama-Pencegahan-Bunuh-Diri_v1.pdf

Kementerian Agama Kabupaten Boalemo. (2023). Bunuh Diri Bukan Solusi: Mengatasi Masalah dengan Cara yang Sehat dan Konstruktif. Diakses pada 15 Agustus 2024, dari https://boalemo.kemenag.go.id/post/bunuh-diri-bukan-solusi-mengatasi-masalah-dengan-cara-yang-sehat-dan-konstruktif

 

 

 

 

Sabtu, 06 November 2021

SELF HEALING DENGAN BUTTERFLY HUG

    Sebagai manusia yang dilengkapi akal dan pikiran tentunya lumrah bagi kita untuk merasakan banyak emosi positif dan emosi negatif seperti bahagia, senang, gembira, marah sedih, cemas dan lain lain. Namun terkadang kita cendurung tidak bisa mengendalikan emosi negatif ketimbang emosi positif yang sedang kita rasakan. Akhirnya, kita menjadi cemas berlebihan, depresi, overthinking, dan mengalami gangguan mental lainnya. bagi kalian yang sering atau saat ini sedang merasakan emosi negatif yang susah kalian kontrol, kalian bisa menerapkan metode butterfly hug, nih teman teman.


 

    Metode butterfly hug atau pelukan kupu kupu adalah bentuk stimulasi mandiri untuk meredam rasa cemas atau emosi negatif sehingga membuat diri menjadi lebih tenang. Metode ini dikembangakan oleh Lucina Artigas dan Ignacio Jarero ketika menolong para korban yang selamat dari badai besar di acapulco, meksiko pada tahun 1998. Berikut merupakan beberapa manfaat butterfly hug, 

1. Digunakan para terapis, psikolog dan dokter untuk mengatasi kecemasan pada pasiennya. 

Butterfly hug terbukti mengatasi kecemasan penderita PTSD atau pengidap stres pasca trauma. Pelukan ini juga terbukti membantu anak-anak dalam meredam kecemasan atau ketakutannya," ujar dosen UNISA Yogyakarta ini kepada Kompas.com, Kamis (26/08/2021) petang.

2. Menyalurkan emosi negatif. 

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, manfaat pelukan kupu-kupu sebenarnya tidak hanya bisa dijadikan sebagai cara mengatasi kecemasan, Pelukan kupu-kupu juga bermanfaat untuk menyalurkan apa yang selama ini seseorang pendam, misalnya rasa kehilangan.
“Saya memiliki klien yang kerap menahan rasa sedih dan tangisnya saat ditinggal oleh orang terkasih. Saat melakukan metode butterfly hug ini, perasaan yang dipendam akhirnya bisa keluar lepas. Mereka benar-benar menangis dan lega. Pelukan kupu-kupu memang ampuh untuk menurunkan tingkat stres,” jelas Ikhsan.

3. Meningkatkan rasa percaya diri seseorang. 

Selain bisa meredam kecemasan, teknik ini juga bisa digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan rasa berharga akan diri sendiri. Sehingga seseorang akan bangkit dari rasa lemah dan rasa tidak berdaya. 

4. Mengurangi rasa sakit. 

Menurut sebuah penelitian di tahun 2011, memeluk diri sendiri dapat membantu mengurangi rasa sakit. Dalam penelitian tersebut, peneliti menggunakan laser untuk menghasilkan nyeri layaknya tusukan jarum pada 20 peserta. Ketika para peserta menyilangkan tangan seperti sedang memeluk diri sendiri, rasa sakit yang mereka alami berkurang. Sementara itu, penelitian lain pada tahun 2015 menyebut bahwa sentuhan yang menenangkan, seperti halnya pelukan, melepaskan hormon otoksin. Hormon ini membantu untuk meredakan rasa sakit karena berperan sebagai pereda nyeri.

5. Memperbaiki suasana hati.

Saat menjalani hari yang penuh masalah dan melelahkan, suasana hati tentunya akan menjadi kacau. Memeluk diri sendiri dapat membantu memperbaiki mood saat Anda tidak bisa bertemu dengan orang tersayang untuk melepaskan ketegangan yang mengganggu di pikiran. Metode memeluk diri sendiri seperti butterfly hug membantu menurunkan kadar hormon kortisol pemicu stres dalam tubuh. Meski tidak dapat membantu menyelesaikan masalah atau memberi kenyamanan saat mendapat pelukan dari orang tersayang, cara ini bisa mengurangi stres.

    Nah itu dia beberapa manfaat butterfly hug. sangat membantu dalam proses healing untuk mental juga tubuh kita bukan? Nah, sekarang mimin mau memaparkan cara melakukan butterfly hug,

  • Carilah tempat dan posisi yang nyaman.
  • Silangkan kedua tangan di depan dada. Letakkan ujung jari masing-masing tangan berada di bawah tulang selangka atau di lengan atas. Posisikan tangan senyamanmu saja, ya.
  • Tutup kedua matamu sembari mengatur napas. Jangan lupa untuk memfokuskan pikiran selama melakukan butterfly hug.
  • Lakukan gerakan menepuk-nepuk tangan secara perlahan hingga kedua telapak tanganmu terlihat seperti sayap kupu-kupu yang mengepak. Kamu bisa melakukan gerakan ini selama 30 detik atau lebih sampai kamu merasa tenang.
  • Sembari menepuk-nepuk, bernapaslah menggunakan perutmu dan rasakan semua hal yang terjadi di sekitarmu, termasuk apa yang kamu rasakan secara fisik dan emosional.
  • Bayangkan segala perasaan dan emosi yang kamu rasakan melewati dirimu dalam bentuk awan. Sadarilah bahwa mereka memang ada dan kamu tidak perlu mengubahnya.
  • Berhentilah ketika perasaan kamu sudah cukup baik dan tubuh menjadi lebih rileks

    Cara melakukannya gampang banget kan? Jadi saat kalian sedang merasa cemas, takut, sedih, gelisah atau merasakan emosi negatif lainnya. kalian bisa menerapkan metode butterfly hug agar merasa lebih tenang.

    Sekian pembahasan mengenai healing dengan metode butterfly hug pada artikel kali ini. Tetap patuhi protokol kesehatan ya teman teman, jangan lengah karena covid-19 masih terus mengintai kita! Semangat, dan sampai jumpa lagi 😊

Sabtu, 16 Oktober 2021

TIPS: SESUAIKAN DIRI, SIAP PTMT!

 

Hallo, guys! Ms. Mimin balik lagi nih, semoga kalian dalam keadaan baik ya…

            Sudah hampir dua tahun pandemi COVID-19 berada di tengah masyarakat, tentunya sudah banyak pula artikel yang menyangkut pandemi ini. Eits… jangan bosan dulu, ya! Kali ini kita akan membahas sedikit tentang peralihan proses pembelajaran jarak jauh menjadi pembelajaran tatap muka terbatas.

            Teman-teman pasti banyak yang sangat menantikan hari dimana kita bisa berkumpul kembali bersama teman dan guru di sekolah, congrats ya buat kalian yang sudah bisa merasakan tatap muka kembali. Untuk yang belum harus tetap bersabar dan jangan lupa berdoa agar bisa segera menyusul. Nah, walaupun banyak yang menantikan tatap muka, ternyata ada juga lho teman kita yang takut dan tidak ingin melaksanakan pembelajaran normal kembali. Alasannya? Faktor utama sih karena orang tua tidak mengizinkan, namun ada juga yang takut belajar secara langsung karena sudah terbiasa belajar dari rumah dan melaksanakan segala sesuatunya sambil nyantuy di rumah, apalagi bisa sambil rebahan di kasur.

(Sumber: https://www.rmoljabar.id/uploads/images/2021/08/image_750x_612c8fed36af2.jpg)

            Khusus teman-teman yang masih belum bisa beradaptasi dengan pembelajaran tatap muka, sini mimin ada solusi.

1.       Berusahalah membuat diri kalian senyaman mungkin saat melaksanakan pembelajaran tatap muka

Kalian bisa mempersiapkan diri kalian agar bertenaga jika memiliki jadwal ke sekolah, misalnya dengan sarapan makanan yang bergizi. Sarapan pagi kerap kali tidak dilaksanakan oleh sebagian orang, padahal ini sangat penting untuk memasok energi. Saat melaksanakan pembelajaran tatap muka, tentunya akan lebih menguras tenaga karena kita harus berangkat menuju sekolah dan belajar langsung bersama guru juga kadang kala terasa lebih menegangkan, sehingga butuh tenaga ekstra.

Selain sarapan, kalian bisa bangun pagi untuk membuat diri lebih nyaman dan tidak terlalu shock saat melaksanakan proses pembelajaran di sekolah. Bangun pagi secara tidak langsung telah membantu diri kita agar lebih bersemangat melaksanakan aktivitas sepanjang hari. Di masa PJJ pasti banyak murid yang lebih memilih bangun 30 menit sebelum pembelajaran dimulai atau bahkan 15 menit sebelumnya. Sebaiknya kalian membiasakan diri bangun pagi, yuk! Setelah bangun kalian bisa juga lho melaksanakan olahraga ringan atau sekedar meregangkan otot-otot kalian, dijamin langsung fresh dan bersemangat, guys!

2.       Carilah dan sesuaikan diri dengan teman baru

 Sebagian besar dari kalian pasti banyak yang belum pernah bertemu dengan teman sekelas., mungkin ini menjadi salah satu alasan takut sekolah tatap muka. Maka dari itu, dibandingkan khawatir yang berlebih karena tidak ada teman, alangkah baiknya kalian membiasakan diri agar lebih mudah beradaptasi dengan teman baru. Dengan menambah teman, pembelajaran di sekolah tidak akan terlalu melelahkan karena kalian bisa saling bertukar cerita walaupun dengan menjaga jarak.

            Yeay, segitu dulu ya tips dari mimin kali ini, singkat tapi related dengan kondisi kalian saat ini kan? Hayooo pasti banyak nih yang agak mager sekolah normal karena nikmat belajar di kasur tiada tandingan. Tapi belajar di sekolah lebih seru, bukan? Asal kalian punya niat dan motivasi pasti bisa! Tetap jaga kesehatan dan sampai ketemu lagi, bye-bye!

Minggu, 29 Agustus 2021

FOMO, Kenali sindrom kecanduan media sosial!

 


Pada zaman modern seperti ini, media sosial merupakan hal yang tidak dapat terlepas dari kehidupan sehari-hari. Baik itu remaja, dewasa, orang tua, bahkan anak-anak pun bermain media sosial. Media sosial merupakan platform dimana setiap orang bisa dengan mudah mendapatkan atau menyebarkan informasi. Tak hanya sebagai sarana informasi,  namun media sosial juga dipergunakan sebagai media hiburan dan tempat untuk mengunggah keseharian. Kalau kalian menggunakan media sosial untuk sarana apa aja, nih?

Terkadang, seseorang bisa merasa gelisah hanya karena belum mengakses medsos atau ketinggalan update terbaru. Nah, jika kalian sedang merasakan hal tersebut, bisa jadi itu merupakan gejala dari gangguan FOMO (Fear Of Missing Out).

Secara umum, FOMO dapat diartikan sebagai ketakutan akan ketertinggalan. Istilah ini pertama kali dikemukakan pada tahun 2013 oleh seorang ilmuwan asal Inggris bernama Dr. Andrew K. Przybylski.

Apa kaitan FOMO dengan Media Sosial?

Banyak orang yang menyepelekan FOMO, dimana seseorang terkena gangguan psikologis bermain media sosial yang telah menyebabkan adiksi atau kecanduan. Banyak orang yang terpapar FOMO namun tidak menyadarinya. Menurut Department of Psychology, School of Social Sciences, Nottingham Trent University, di Inggris, FOMO adalah suatu kondisi yang bisa menyebabkan orang berlaku di luar batas kewajaran di media sosial. Selain takut ketinggalan berita di media sosial, mereka juga terkadang sengaja memasang gambar, tulisan, atau bahkan mempromosikan diri yang belum tentu jujur hanya demi terlihat update.

Biasanya, pengidap FOMO didasari oleh pemikiran bahwa ingin menjadi orang lain. Penggunaan media sosial sekarang ini kerap dijadikan sebagai ajang eksistensi. Tidak sedikit orang yang ingin memperlihatkan kehidupan yang sempurna di media sosial, meskipun kenyataan nya tidak demikian.

Hal ini lah yang menyebabkan sebagian orang membandingkan hidupnya dengan orang lain yang terlihat luar biasa. Sehingga muncul perasaan dalam diri mereka yang mengatakan kehidupan yang mereka jalani tidak benar, dan menginginkan kehidupan orang lain yang ditampilkan di media sosial.

Gejala gejala FOMO :

* Tidak bisa lepas dari ponsel

* Menarik diri dari realita

* Terobsesi pada orang lain

Cara mengatasi FOMO :

* Identifikasi alasan yang membuat kalian takut untuk ketinggalan informasi

Contohnya, mungkin kita takut ketinggalan informasi karena merasa cemas, karena kita merasa kesepian, atau karena kalian merasa kalian harus terhubung terus kedunia luar, dll. Setelah kita mengenal dan memahami alasan tersebut, yang perlu kita lakukan adalah implementasi JOMO (Joy Of Missing Out), yaitu kita bisa mencoba untuk fokus mencari kebahagiaan dipilihan kegiatan yang sedang kita lakukan.

* Nikmati moment yang kalian jalani sekarang

Daripada membandingkan hidup kita dengan orang lain, lebih baik menikmati apa yang kita jalani sekarang. Jangan sampai saat kita sedang bersama teman atau keluarga, kita malah mengecek media sosial untuk mengikuti perkembangan aktivitas orang lain. Hargai dan nikmati apa pun yang kamu jalani sekarang. Kamu akan menyadari bahwa hidupmu di dunia nyata jauh lebih menyenangkan daripada dunia maya.

* Mencoba untuk berhenti bermain media sosial selama beberapa saat dan mencari kegiatan pengganti (detoxsocmed)

Memulai detoxsocmed memang tidak semudah membalik telapak tangan. Apalagi jika kamu memiliki banyak waktu luang. Maka dari itu, segera jauhkan ponsel atau gawai elektronik lainnya dari jangkauan. Terutama jika kamu sedang tidak punya banyak aktivitas.

* Jadwalkan kapan waktu kalian bermain media sosial.

Batasi penggunaan gawai dengan membuat jadwal atau menentukan batas waktu untuk mengecek media sosial, misalnya jam 12 siang dan 5 sore, serta tidak lebih dari 15 menit.Untuk mengisi waktu tanpa gedget atau ponsel, lakukanlah kegiatan positif yang menyenangkan, seperti berolahraga, memasak, atau membaca buku.

Nah, itu dia pembahasan FOMO dari FAD Buleleng. Jika rasa cemas akibat FOMO kamu tidak kunjung hilang, atau bila perasaan tersebut sudah dirasa mengganggu kehidupanmu dan hubunganmu dengan orang lain, ada baiknya kamu berkonsultasi dengan psikolog mengenai masalah yang kamu hadapi.

#SAMPAIJUMPA 

Sekian artikel kita hari ini, semoga kalian tetap semangat menjalani kehidupan penuh tantangan, xixixi bercanda, deng. Sampai ketemu DuoGek kawan-kawan!