KESEPAKATAN AKSI ALPHA

Ayo Ikut Berpartisipasi Dalam ALPHA!

SOSIALISASI HERO

HIV AIDS, End Right Now!

TEMU RIANG ANGGOTA FAD BULELENG

Temu Riang Anggota FAD Buleleng Kedua yang dihadiri oleh badan pengawas, anggota aktif FAD Buleleng, dan anak-anak kurang mampu di wilayah Panji.

PEMILIHAN DUTA ANAK DAN SIDANG ANAK KAB. BULELENG 2018

Lima Duta Anak Kab. Buleleng 2018.

LITERASI ALPHA

Awareness Let People Help Autism

Minggu, 28 Juli 2024

Ini Kekerasan Seksual atau Pelecehan Seksual ya?

 


Kerap kali kita membaca,mendengar, melihat atau bahkan merasakan perilaku bernuansa seksual di lingkungan sekitar. Sekarang coba bayangkan jika kalian menjadi korban atas perilaku ini! Hum, ini masuk ke Pelecehan Seksual atau Kekerasan ya? Atau kedua-duanya? Sayangnya, masih banyak masyarakat yang menyamakan persepsi mereka tentang Kekerasan Seksual dan Pelecehan Seksual. Padahal kedua bentuk perilaku tersebut tentunya berbeda lho. Mau tau apa perbedaannya? Yuk, simak terus!

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, kekerasan seksual adalah suatu perilaku yang menyasar Organ Seksual atau seksualitas seseorang tanpa adanya persetujuan, pemaksaan prostitusi dan juga menggunakan paksaan atau ancaman kepada korbannya, termasuk perdagangan perempuan dengan tujuan seksual. Pelaku kekerasan seksual tidaklah memandang gender. Baik itu Perempuan, laki-laki, remaja, dewasa bahkan lansia dapat menjadi pelaku kekerasan seksual. Kekerasan seksual dapat terjadi Dimana saja dan kapan saja. Di rumah tangga, sekolah, ataupun Masyarakat. Kekerasan seksual dapat berpengaruh besar terhadap di korban. Korban dapat mengalami trauma fisik maupun psikis. Dimana trauma psikis apabila tidak ditangani akan berpengharuh terhadap kehidupan si korban.

Sementara itu, menurut Komnas Perempuan pelecehan seksual adalah segala perilaku yang bernuansa seksual, baik secara kontak fisik maupun non-fisik, yang membuat korbannya merasakan ketidaknyamanan, tersinggung atau direndahkan martabatnya, hingga mengakibatkan gangguan  psikis si korban.  Sama seperti kekerasan seksual, pelecehan


seksual juga dapat terjadi Dimana saja dan oleh siapa saja. Mau itu di rumah oleh keluarga, di sekolah oleh guru atau teman dan juga di fasilitas umum oleh orang dikenal atau orang yang tidak dikenal. Pelecehan seksual menekankan pada perilaku cat calling atau suatu perilaku untuk mengambil perhatian lawan jenis dengan cara memanggil, namun membuat pihak kedua merasa tersinggung karena dipanggil dengan tidak sopan. Selain itu Pelecehan seksual juga terjadi dalam bentuk verbal, yaitu obrolan atau pembahasan yangb bernuansa seksual. Hal ini sering dilakukan pihak pertama(pelaku) kepada pihak kedua(korban) untuk memuaskan nafsu belaka.

Bagaimana sobat, bisakan membedakan antara Pelecehan seksual dan Kekerasan Seksual? Walaupun berbeda, namun kedua jenis perilaku tersebut harus kita hindari untuk dipraktekan ya. “Lalu apabila kami menjadi korban, bagaimana dong?”. Apabila kalian menjadi korban dari kedua perilaku tersebut jangan malu untuk menceritakan kepada orang tua dan pihak yang berwenang ya sobat. Karena bagaimanapun itu, Tubuhmu adalah Hakmu.

Selasa, 07 Mei 2024

Stop Merokok Ingat Bahayanya!

 

Stop Merokok Ingat Bahayanya!



Halo sahabat FAD Buleleng, Salam anak Buleleng! FAD Buleleng kali ini hadir lagi dengan isu yang menarik untuk dibahas nihh. Masalah yang kita temui hampir setiap hari di kalangan remaja. Kira kira apa yaa Ó³  Ó³. Yaps betul sekali masalah yang cukup urgent di Buleleng yakni merokok di usia dini, untuk lebih lanjutnya yukss simak artikel ini.

 

Kebiasaan merokok bagi para pelajar bermula karena kurangnya informasi dan kesalahpahaman informasi, termakan iklan, atau terbujuk dari rayuan teman. Hasil angket yang diperoleh Yayasan Jantung Indonesia, sebanyak 77 persen siswa merokok karena ditawari teman, dan tanpa mereka sadari racun itu perlahan telah menggerogoti tubuh mereka. Dalam sebatang rokok mengandung lebih dari 4.000 senyawa kimia dan lebih dari 400 zat beracun yang tentu sangat membahayakan tubuh.

 

Salah satu bahan kimia yang terkandung di dalam sebatang rokok adalah Nikotin. Nikotin sendiri memiliki efek yang tidak baik dan sangat menggangu, seperti membuat ketagihan, merusak jaringan otak, menyebabkan darah mudah menggumpal, juga menyempitkan pembuluh darah arteri. Kandungan berikutnya adalah Tar. Tar dapat membunuh sel-sel pada saluran pernafasan dan paru-paru, meningkatkan produksi lendir dan cairan paru-paru.

 

Melihat kandungan rokok tersebut, tentu saja hal tersebut membawa pengaruh buruk bagi anak usia sekolah. Perubahan perilaku anak yang merokok ini juga dapat dilihat dari segi kurang fokusnya dalam belajar, gangguan belajar, gangguan daya tangkap, energi menurun, gangguan kecemasan, hingga depresi ringan. Bukanlah hal yang mudah bagi seorang perokok untuk berhenti. Ketika seseorang telah kecanduan rokok, nikotin yang terkandung dalam tembakau merangsang otak untuk melepas zat yang memberi rasa nyaman. Kecanduan nikotin dapat mengakibatkan rasa tidak nyaman, mudah marah, dan sulit berkonsentrasi.





Nah kalian tau ga sihh jenis jenis perokok? Jadii perokok itu dibagi menjadi 2 jenis nih teman- teman, yakni sebagai berikut yaa;

      Perokok aktif: perokok aktif adalah orang yang aktif menghisap langsung dari rokok tembakaunya, sedangkan

      Perokok pasif: perokok pasif adalah orang yang berada di sekitar yang terpapar dan secara tidak sengaja menghirup asap rokok

 

Agar perokok aktif bisa berhenti dari kebiasaan merokok, ada beberapa tahapan yang bisa dilakukan mulai dari menguranginya, menunda waktunya, atau seketika berhenti untuk menggunakanya. Lingkungan sekitar juga bisa mendukung untuk menciptakan situasi tersebut seperti melakukan sesuatu yang menyehatkan jiwa raga, seperti minum air putih yang banyak, olahraga yang teratur, memakan makanan yang sehat dan bergizi, serta mencoba untuk berjalan jalan sejenak untuk menghirup udara segar, serta mencoba untuk mengalihkan menghisap rokok dengan cara menggantinya dengan menghisap permen. Selain contoh diatas dapat kita lakukan dengan adanya larangan merokok di rumah pada lingkungan yang terdapat anak-anak, tidak merokok di dalam mobil, juga tidak merokok dalam bentuk vape karena hal tersebut dapat berdampak pada anak yang nantinya akan menghirup asap rokok tersebut.

 

Keuntungan orang yang berhenti merokok pada dasarnya dapat langsung dirasakan seperti 6 jam sesudah berhenti merokok. Denyut nadi dan tekanan darah kembali normal. Dua belas jam sesudah berhenti merokok, karbondioksida meninggalkan sistem peredaran darah dan pernafasan. Satu hari setelah berhenti merokok resiko serangan jantung menurun sampai setengah dibanding dengan perokok aktif. 5-10 tahun berhenti merokok resiko stroke menurun. 10 tahun setelah berhenti merokok resiko kanker paru menurun sampai setengah dibanding perokok aktif. 15 tahun setelah berhenti merokok, risiko serangan jantung menurun sampai tingkat bukan perokok.

 

Begitu banyak manfaat dan dampak baik bagi kesehatan ketika seseorang yang berhenti merokok. Menciptakan generasi penerus yang bersih diri, mental dan pikiran akan menghasilkan generasi bangsa yang berjiwa raga yang sehat dan kuat.


~Merokok itu awalnya bergaya, lama-lama berbahaya, berakhir tak bernyawa~




Selasa, 19 Maret 2024

Pergaulan Bebas Remaja

 

Pergaulan Bebas Remaja

Haloo Anak Buleleng!! Nahh Kita sudah tidak asing lagi mendengar dan melihat secara nyata yang sedang marak terjadi yaitu Pergaulan Bebas, khususnya di kalangan remaja. Remaja adalah masa transis yang di mana emosi mereka masih labil sehingga berujung pada sulitnya memecahkan suatu permasalahan yang dihadapi. Pada masa remaja ini mereka memiliki keingintahuan yang cukup tinggi untuk berbagai hal. Mereka ingin merasakan kehidupan orang dewasa. Selain itu, lingkungan pergaulan yang buruk juga bisa mempengaruhi perilaku remaja. Hal ini tentu menjadi hal yang ditakutkan oleh para orang tua karena anaknya bisa terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Nahh… kok bisa sih remaja terjerumus dalam pergaulan bebas?? dan dampaknya apa sihh???

 Yukk simak lebih lanjut pembahasan terkait pergaulan bebas!! 

Kok bisa sih remaja terjerumus dalam pergaulan bebas?? 


Para remaja dapat terpengaruh oleh pergaulan bebas karena dorongan eksplorasi identitas, tekanan sosial, dan pengaruh media. Mereka mungkin mencari keberlanjutan dalam hubungan sosial atau mencoba mencocokkan diri mereka dengan norma yang dianggap "keren" dalam lingkungan mereka. Faktor-faktor ini bisa membuat pergaulan bebas tampak sebagai cara untuk mendefinisikan diri dan mendapatkan penerimaan dari teman sebaya.

Remaja merupakan kaum yang paling rentan terjerumus pergaulan bebas, pergaulan bebas itu sendiri memiliki arti sebagai perilaku yang menyimpang. Jadi kalau kita terjerumus kedalam pergaulan bebas, pasti ada efek sampingnya yakan?! Hmm, kalo gitu yuk simak pengaruh serta dampak pergaulan bebasnya lebih detail lagi!k k

1.  Pengaruh Psikologis

Pergaulan bebas dapat memiliki dampak psikologis yang serius pada remaja. Mereka mungkin mengalami stres, kecemasan, depresi, dan rendahnya harga diri akibat tekanan sosial, rasa bersalah, atau penolakan dari teman teman atau


2.  Pengaruh Kesehatan Fisik

Pergaulan bebas juga membawa risiko kesehatan fisik. Remaja yang terlibat dalam aktivitas seksual tanpa perlindungan dapat terpapar penyakit menular seksual (PMS) seperti HIV/AIDS, sifilis, gonore, dan lainnya. Hal ini dapat mengancam kesehatan dan kehidupan mereka.





3.  Pengaruh Sosial

Pergaulan bebas dapat mempengaruhi hubungan sosial remaja dengan keluarga, teman, dan masyarakat. Mereka mungkin terasing, kehilangan dukungan keluarga, atau bahkan dijauhi oleh teman-teman. Hal ini dapat mengarah pada isolasi sosial dan konsekuensi negatif dalam perkembangan sosial mereka.




4.  Pengaruh Pendidikan

Pergaulan bebas dapat mengganggu konsentrasi dan fokus remaja dalam pendidikan mereka. Hasrat dan aktivitas seksual yang tidak terkendali dapat mengarah pada penurunan prestasi akademik, absensi sekolah, bahkan putus sekolah, menghambat masa depan mereka.




5.  Pengaruh Hubungan Antarpersonal

Pergaulan bebas dapat membentuk pola hubungan interpersonal yang tidak sehat. Remaja mungkin mengalami kesulitan membangun hubungan yang stabil dan bermakna di masa depan akibat pengalaman negatif dari pergaulan bebas.

Pergaulan bebas di kalangan remaja memiliki dampak yang signifikan, baik dari segi psikologis, kesehatan fisik, hubungan sosial, pendidikan, maupun hubungan antarpersonal. Oleh karena itu, penting bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang risiko dan konsekuensi dari pergaulan bebas, serta memberikan pendidikan seksual yang komprehensif dan pengawasan yang tepat guna membimbing remaja menuju perilaku yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

 




 

 

Let’s be the selective people for the bright future.